PERBEDAAN SISTEM ORIENTASI OBJEK DENGAN SISTEM ORIANTASI TERSTRUKTUR


PERBEDAAN SISTEM ORIENTASI OBJEK DENGAN SISTEM ORIANTASI TERSTRUKTUR


BAB 1
PENDAHULAN

A.Latar Belakang
Pada saat ini kita sudah mempelajari apa yang dimaksud dengan system orientasi objek dan system terstruktur,dimana yang telah di pelajari dari makalah-makalah sebelumnya saya akan menyatukan semua pelajaran yang kita bahas sebelumnya. Munkin pada saat ini masih banyak yang belum mengetahui tetang perbedaaan antara system orientasi objek dengan system orientasi terstruktur.di sini saya akan membahas tentang perbedaan  antara system orientasi objek dengen system orientasi terstruktur.

B.Tujuan dan Manfaat
            Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar pembaca dapat memahami lebih jelas tentang perbedaan antara system orientasi objek dan system orietasi terstruktur. Manfaat yang didapat setelah membaca makalah ini kita dapat membedakan system orientasi objek dengan system orientasi tersturktur. Dengan kita dapat memahami perbedaan tersebut kita dapat lebih mengerti dan dapat lebih memahami tentang pemrograman.

C. Metode penulisan
            Metode penulisan yang saya gunakan dalam makalah ini yaitu metode pustaka yang dilakukan dengan mencari informasi melalui internet dan pengumpulan dan pengeditan informasi dari berbagai sumber.


BAB 2
PEMBAHASAN

A.Pengertian Sistem Orientasi Objek
Sebuah sistem operasi berorientasi obyek adalah sebuah sistem operasi yang internal menggunakan metodologi berorientasi objek . Sebuah sistem operasi berorientasi objek ini berbeda dengan objek-berorientasi user interface atau pemrograman kerangka kerja , yang dapat ditempatkan di atas sistem operasi non-object-oriented seperti DOS , Microsoft Windows atau Unix . Hal ini dapat berpendapat, bagaimanapun, bahwa sudah ada konsep berorientasi objek yang terlibat dalam desain sebuah sistem operasi yang lebih khas seperti Unix . Sementara bahasa yang lebih tradisional seperti C tidak mendukung orientasi objek sebagai lancar sebagai bahasa yang lebih baru, gagasan, misalnya, berkas , aliran , atau device driver (di Unix, masing-masing diwakili sebagai file descriptor ) dapat dianggap sebagai yang baik contoh dari orientasi objek: mereka, setelah semua, tipe data abstrak , dengan berbagai metode dalam bentuk panggilan sistem , yang perilakunya bervariasi berdasarkan jenis objek, yang pelaksanaannya rincian tersembunyi dari pemanggil, dan bahkan mungkin menggunakan warisan di mereka yang mendasari kode.

 Contoh Sistem Orientasi Objek
  • LISP

Lisp digunakan sebagai sistem operasi pada beberapa mesin awal. alias pada Mesin Lisp dan kemudian di Symbolics dengan marga (sistem operasi)
  • Smalltalk

Smalltalk diciptakan di Xerox di 70-an. Sistem Smalltalk adalah sepenuhnya berorientasi objek dan kebutuhan sangat sedikit dukungan olehBIOS dan sistem run-time.
  • Diri

Diri (programming_language) ditemukan di Sun.
  • BM AS400

IBM menciptakan AS400 sekitar tahun 1978 OS AS400 memiliki pengenal unik 128bit untuk objek apapun.
  • NeXTSTEP

Selama akhir 1980-an, Steve Jobs membentuk komputer perusahaan NeXT . Salah satu tugas pertama NeXT adalah untuk merancang sistem berorientasi obyek operasi, NeXTSTEP . Mereka melakukan ini dengan menambahkan suatu kerangka kerja berorientasi objek di atasMach dan BSD menggunakan Objective-C bahasa sebagai dasar. NeXTstep kemudian berkembang menjadi OPENSTEP dan Kakao (API) pada Mac OS X . OPENSTEP diberikan sebagai lapisan API atas banyak sistem operasi, yaitu NextStep, Windows, HP-UX , Solaris .
  • Pilihan

Pilihan adalah berorientasi obyek sistem operasi yang dikembangkan di University of Illinois di Urbana-Champaign . Hal ini ditulis dalam C + + dan menggunakan objek untuk mewakili komponen inti kernel seperti CPU , proses dan sebagainya. Warisan digunakan untuk memisahkan kernel ke dalam kelas mesin portabel independen dan kecil non-portabel tergantung kelas. Pilihan telah porting ke dan berjalan pada SPARC , x86 , dan ARM .
  • Athene

Athena adalah sebuah objek berbasis sistem operasi pertama kali dirilis pada tahun 2000 oleh Sistem Rocklyte . Lingkungan pengguna dibangun seluruhnya dari benda-benda yang dihubungkan bersama pada saat runtime. Aplikasi untuk Athene juga dapat dibuat menggunakan metodologi ini dan biasanya ditulis menggunakan objek bahasa scripting 'DML' ( Dinamis Markup Language ). Objek dapat dibagi antara proses dengan menciptakan mereka dalam memori bersama dan mengunci mereka seperti yang diperlukan untuk akses.Kerangka objek Athena adalah multi-platform, yang memungkinkan untuk digunakan dalam lingkungan Windows dan Linux untuk pengembangan program berorientasi objek.
  • BeOS

Salah satu usaha untuk menciptakan sistem operasi yang benar-benar berorientasi obyek adalah BeOS dari pertengahan tahun 1990, yang digunakan obyek dan C + + bahasa untuk antarmuka pemrograman aplikasi (API). Tapi kernel itu sendiri ditulis dalam C dengan C + + bungkus di ruang pengguna. Sistem tidak menjadi mainstream meskipun bahkan hari ini telah penggemar dan manfaat dari pembangunan yang berkelanjutan.
  • Sukukata

Suku membuat berat penggunaan C + + dan untuk alasan yang sering dibandingkan dengan BeOS
 .
berbasis Java sistem operasi
Mengingat bahwa Sun Microsystems ' Java saat ini salah satu bahasa berorientasi objek yang paling dominan, tidak mengherankan bahwa Java berbasis sistem operasi telah dicoba. Di daerah ini, idealnya, kernel akan terdiri dari minimal yang dibutuhkan untuk mendukung JVM .Ini adalah satu-satunya komponen suatu sistem operasi yang harus ditulis dalam bahasa lain selain Jawa. Dibangun di atas bahwa JVM dan dukungan hardware dasar, akan mungkin untuk menulis sisa dari sistem operasi di Jawa, bahkan bagian dari sistem yang lebih tradisional ditulis dalam bahasa tingkat rendah seperti C, misalnya driver perangkat , dapat ditulis di Jawa. Contoh upaya seperti sistem operasi termasuk JX , JNode dan JavaOS .
  • Microsoft Singularity

Singularitas adalah Operating System eksperimen berdasarkan Microsoft NET Framework. . Hal ini sebanding dengan berbasis Java sistem operasi, tetapi menggunakan platform. NET bukan platform Java.
  • Symbolics Genera

Genera dari Symbolics adalah sistem operasi untuk Mesin Lisp ditulis dalam ZetaLisp dan Symbolics Common Lisp . Ini membuat penggunaan berat Flavors (perpanjangan berorientasi obyek dini untuk Lisp) dan Sistem Common Lisp Object (CLOS) . Pembangunan dimulai pada pertengahan tahun 70-an di MIT.

B.Pengertian Sistem Berorientasi Terstruktur

Untuk program yang simpel/sederhana biasanya menggunakan pemrograman terstruktur karena masih mudah dan tidak banyak dilakukan perubahan yang berarti, sedangkan untuk line lebih dari 100 atau bisa dikatakan rumit, maka digunakan pemrograman berorientasi objek. Pemrograman Terstruktur terdiri dari pemecahan masalah yang besar menjadi masalah yang lebih kecil dan seterusnya, sedangkan untuk pemrograman berorientasi objek terdiri dari pengkelompokan kode dengan data yang mana setiap objek berfungsi secara independen sehingga untuk setiap perubahan kode tidak tergantung pada kode yang lainnya, atau lebih dikenal dengan modular. Terdapat juga perbedaan secara spesifik antara Pemrograman Berorientasi Objek dengan Pemrograman Terstruktur, yaitu pada kelas dan objek. Pada Pemrograman Terstruktur tidak terdapat kelas dan objek.
Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur.

Kontrol program terstruktur:
1.Runtun – urut (sequence)
2.Pilihan (selection)
3.Pengulangan (repetition – loop)

C.Perbedaan Orientasi Objek Dengan Terstruktur
Sifat-sifat dari pemrograman terstruktur dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis
b. Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
c. Program disusun dengan logika yang mudah dipahami
d. Tidak menggunakan perintah GOTO
e. Biaya pengujian program relatif rendah
f. Memiliki dokumentasi yang baik
g. Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah

Berbeda dengan OOP. Suatu program disebut dengan pemrograman berbasis obyek (OOP) karena terdapat :
  • Encapsulation (pembungkusan)

Encapsulation adalah mekanisme pemrograman yang membungkus kode dan data yang dimanipulasi dan menjaganya supaya terhindar dari interferensi dan penggunaan yang tidak perlu. Salah satu caranya dengan membentuk objek.

  •   Inheritance (pewarisan)

Inheritance memungkinkan programer meletakkan member yang sama dalam satu class dan class-class lain dapat mewarisi member tersebut. Class yang mengandung member yang sama dari beberapa class lain dinamakan superclass atau parent class. Class yang mewarisi dinamakan subclass atau child class. Inheritance menghasilkan class hierarchy.
Polymorphism (polimorfisme –perbedaan bentuk)
Polymorphisme artinya mempunyai banyak bentuk. Dua objek atau lebih dikatakan sebagai polymorphic, bila objek-objek itu mempunyai antar muka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku yang berbeda.

Bisa dikatakan pada pemrograman berorientasi objek, dapat dilakukan sebuah programming terhadap code yang lebih baik daripada pemrograman terstruktur, itu juga untuk kaliber atau skala rumit atau besar, sedangkan untuk coding yang skala kecil lebih mudah menggunakan pemrograman terstruktur dikarenakan lebih singkat dan mudah tanpa banyak perubahan yang penting.
berdasarkan penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman tersktruktur unggul dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatannya tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang – orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dlakukan tracing program ).
Sementara itu pemrograman berorientasi objek memliki beberapa keuntungan seperti :

Maintenance; program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi obyek mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan untuk programmer.
Pengubahan program (berupa penambahan atau penghapusan fitur tertentu); perubahan yang dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program misalnya.
Dapat digunakannya obyek-obyek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan obyek-obyek yang yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah tolkit rutin yang bermanfaat yang dapat disisipkan kedalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut.

Jadi, sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan kepada pemrogram seperti yang telah disebutkan diatas.
Permodelan yang mana yang lebih bagus? itu tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari pemodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh sistem informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan dipelihara.


BAB 3
PENUTUP

A.Kesimpulan
Jadi, sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat berbeda dengan sistem orientasi terstruktur. Semoga dengan dibuatnya makalah ini bisa menjadi bahan referensi dalam belajar dan mengunakan sistem yang cocok dengan apa yang kalian inging buat dan pelajari. Semoga bermanfaat dan maaf jika ada kesalan kata dan penulisan dalam saya membuat makalah ini. Terima kasih.
 
B.Daftar Pustaka
http://myblogar.blogspot.com/2011/02/perbedaan-pemrograman-terstruktur.html
http://www.ms-room.com/index.php?topic=3789.0

3 komentar:

uii profile mengatakan...

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii

rahmah suci mengatakan...

kita juga punya nih jurnal mengenai object-oriented , silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya

http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1081/1/11107722.pdf
semoga bermanfaat yaa :)

sulfianti supriadi mengatakan...

NICE

Poskan Komentar

Kaidar Billy Yachsie. Diberdayakan oleh Blogger.